"Ada suatu panggilan sakral pada hidup anda. Pertanyaannya adalah, "Apakah anda akan menghabiskan hidup berputar-putar tanpa tujuan, meluangkan waktu dengan sungguh-sungguh memperhatikan panggilan itu, atau menciptakan jalan sendiri menuju kebaikan anda yang tertinggi?" Anda tidak bisa membiarkan orang lain menentukan hidup bagi anda . Anda adalah penulis hidup anda sendiri......" Oprah Winfrey
Dalam buku "The Millionaire in You" Michael LeBoueuf, Ph.D memberikan satu nasehat, "Jalani Kehidupan yang Anda Inginkan, Bukan Kehidupan yang Diharapkan Orang Lain". Dalam hal yang sama ada suatu peristiwa yang menyadarkan saya akan pentingnya menjalani hidup seperti yang benar-benar kita inginkan. Suatu hari di sebuah gerai Telkomsel saya berbicara dengan customer service yang sedang melayani saya. "Kenapa kamu lebih memilih bekerja disini?" tanya saya. Pertanyaan yang sebenarnya kurang patut saya tanyakan, karena saya tidak dapat menahan rasa penasaran saya. Saya tidak kuasa menahan diri untuk tidak bertanya. Justru karena dia terlalu cantik untuk pekerjaan itu (menurut saya). Dengan bentuk muka oval dan struktur tulang pipi yang tinggi, kulit putih dan tampak sehat. Rambut lurus panjang dan berwarna hitam legam menghiasi tubuhnya yang begitu tinggi mungkin sekitar 170 cm. Sebuah postur yang ideal untuk gadis model di Indonesia.
"Kenapa kamu tidak pergi ke Jakarta, ikut ajang pemilihan top model, gadis sampul atau audisi bintang televisi?" "Buat apa?" jjawabnya. "Kamu lebih pantas jadi artis daripada CS, saya yakin kamu akan sukses sebagai seorang Model. Darisana kamu bisa memperlebar sayapmu dengan mencoba bidang lain seperti akting sinetron, main film, presenter dan bisa juga nyayi. Saya yakin dalam satu tahun kamu bisa mengendarai mobil mewah, memiliki apartemen di Jakarta dan yang paling mengasikkan kamu akan sibuk sepanjang hari dengan jadwal show on air maupun off air, sehingga kamu perlu seorang manajer" sedikit memberi kuliah padanya. "Nasehat seperti itu sudah sering saya dengar, orang tua, saudara dan teman-teman juga pernah menyarankan hal yang sama, tetapi saya tidak memiliki bakat sebagai di entertainment, saya juga kurang berminat disitu, pekerjaan seperti inilah yang memang saya inginkan dari dulu. Duduk manis, tidak terlalu ditekan target, membantu melayani kebutuhan orang, bertemu dengan banyak orang tanpa saya harus kemana-mana, saya cocok dengan pekerjaan ini. Mungkin enak juga kalau saya bisa menjalani hidup sebagai seorang artis, jadi kaya raya di usia muda, tapi itu jauh diatas kemampuan saya. Dengan pekerjaan saya sekarang saya cukup puas, saya berpenghasilan tinggi menurut ukuran rata-rata gadis seusia saya. Dan penghasilan saya sangat sesuai dengan kemampuan intelektual yang saya miliki. Saya sangat bersyukur dengan pencapaian hidup saya saat ini".
Saya sangat terkesan dengan jalan pikirannya yang begitu dewasa. Jauh melampaui usianya yang masih berkisar 21 tahun. Saya amat mengelus dada dengan euforia jadi artis yang terjadi belakangan ini. Para ibu berduyun-duyun ke Jakarta untuk mendaftarkan anak mereka mengikuti audisi bintang televisi. Mereka rela menjalani perjalanan yang sangat jauh dari kampung halamannya, berdiri dalam antrian pendaftaran yang panjang demi impian memiliki anak sebagai seorang artis. Tidak peduli anak mereka memiliki bakat dan kemampuan teknik yang memadai atau tidak. Demikian pula dengan remaja-remaja kita. Mereka mendaftar audisi apa saja, tanpa mau bercermin dan menyelami diri. Apakah menjadi artis memang benar-benar keinginan kita atau hanya menuruti kemauan orang tua saja? Kalau memang itu merupakan tekad dan kemauan kita sendiri. Pernahkan mereka introspeksi, "Apa sesungguhnya nilai jual kita? Kemampuan vocal? Akting? Tampang? Postur Tubuh? Apakah kelebihan yang kita miliki sudah pantas dan layak untuk ditampilkan?
Nasehat untuk para orang tua. Biarkanlah anak-anak menentukan jalan hidupnya sendiri. Biarkanlah mereka menentukan jalan hidup yang terbaik menurut mereka. Tuhan secara adil telah memberikan talenta yang berbeda pada tiap manusia. Sisihkanlah waktu dalam sehari untuk memahami diri kita secara rasional. Apa kelebihan yang kita miliki? Apa kekurangan kita? Profesi apa yang kita inginkan di masa depan? Bagaimana saya dapat mencapai dan meraih posisi itu? Lihatlah dirimu sendiri secara jujur. Dan dengan talenta yang ada padamu: Kamu bisa jadi apa saja. Wujudkanlah keinginanmu dalam bentuk mimpi-mimpi dan kita semua boleh bermimpi. Mimpi apa saja.